Saturday, January 31, 2009

20 Super Best Of The Best Mega Sinetron

Side A
1. Jangan Rebut Suamiku (OST-Jangan Rebut Suamiku)-Retno
2. Cinta (OST-Karmila)-Paramitha Rusady
3. Tersanjung (OST-Tersanjung)-Retno
4. Kasihku Yang Hilang (OST-Takdir)-Desy Ratnasari
5. Ku Cinta Padamu (OST-Istri Pilihan)-Arie Pradina
6. Di Sudut Jendela (OST-Kupu Kupu Kertas)-Arie Pradina
7. Dua Menit (OST- Jangan Rebut Suamiku)-Dewi Gita
8. Bias Asa (OST-Karmila)-Paramitha Rusady
9. Sakit Hatiku (OST-Istri Istri)-Retno
10. Penglihatan (OST-Janjiku)-Paramitha Rusady

Side B
1. Apa Yang Kau Rasa (OST-Kasih Di Persimpangan)-Ulfie
2. Selalu (OST-Bulan Bukan Perawan)-Wonder Girl
3. Bunga Sutra (OST-Bunga Sutra)-Wonder Girl
4. Kau Selalu Di Hatiku (OST-Kau Selalu Di Hatiku)-Yuni Shara
5. Biarlah (OST-Mawar Berduri)-Arie Pradina
6. Jatuh Hati (OST-Asmara)-Arie Pradina
7. Si Manis Jembatan Ancol (OST-Si Manis Jembatan Ancol)-Dewi Gita
8. Janjiku (OST-Janjiku)-Paramitha Rusady
9. Symphony Dua Hati (OST-Symphony Dua Hati)-Retno
10. Bintang Dan Bulan (OST-Takdir)-Desy Ratnasari

Catatan Kecil
Era 90an adalah “masa suram” untuk dunia perfilman Indonesia. Menurunnya kualitas dan kuantitas layar lebar (apalagi era ini di banjiri oleh film-film “panas”) membuat para produser putar otak agar tetap “survive” dan para produser pun akhirnya “melirik” layar kaca dan “banting setir” menjadi produser sinetron. Apalagi saat itu mulai bermunculan TV-TV swasta macam RCTI, SCTV, TPI, ANTV dan Indosiar yang ibaratnya seperti “tambang emas” baru bagi para produser. Cikal bakal munculnya dunia sinetron ini berasal dari bos Parkit Film, Raam Punjabi yang mendirikan PH Tripar Multivision Plus dan memproduksi sinetron komedi Gara-Gara di RCTI pada tahun 1990. Sitkom itu sukses besar dan disukai. Maka setelah sukses Gara-Gara, sinetron lain pun mulai merajalela terutama drama yang penuh konflik dan intrik (halaaaah) macam Hati Seluas Samudera, Pelangi Di Hatiku, Benang Emas, Bella Vista, Janjiku dll. Bahkan rumah produksi lain seperti Rapi Films dan Soraya pun “latah” untuk masuk ke layar kaca (padahal di era 90an dua PH tersebut sangat “aktif” merilis film-film “panas”). Seiring dengan sukses sinetron tersebut, tentu ada juga yang berperan penting di dalamnya yaitu soundtrack. Bila sinetronnya sukses, otomatis soundtracknya pun tentu ikut “kecipratan sukses”. Album ini adalah satu dari sekian banyak album soundtrack yang beredar di pasaran. Album soundtrack yang satu ini pun menjadi saksi (lagi) kalau para produser sinetron jaman dulu itu sangat “aktif” untuk menyuruh musisi seperti Chossy Pratama, Dwiki Dharmawan, Areng Widodo dll untuk menggarap soundtrack yang pas dengan sinetron tanpa harus nyomot dari lagu-lagu yang sedang trend (seperti apa yang terjadi seperti saat ini). Mendengar album ini saya jadi kangen dengan sinetron era 90an juga dengan soundtrack-soundtracknya.

No comments:

Post a Comment